Garam Dapur

28.9.15

Garam Dapur



Garam dapur adalah bumbu wajib dalam memasak makanan  yang merupakan sejenis mineral yang dapat membuat rasa asin. Biasanya garam dapur yang tersedia secara umum adalah Natrium klorida (NaCl) yang dihasilkan oleh air laut.
Zaman Romawi kuno tela menggunakan istilah garam untuk alat pertama pembayaran istilah “salary” atau “gaji” berasal dari bahasa Romawi “salarium,” ketika itu para tentara dibayar sebagiannya dengan garam salt.
Untuk membuat garam pertama mengumpulkan air laut di kolam, tambak, danau atau penampung (reservoir) khusus lainnya. Ini agar air yang sudah dikumpulkan tidak terganggu oleh pasang air laut.
Reservoir dapat berupa buatan manusia maupun ciptaan alam, seperti kolam, tambak, waduk atau danau. Tapi tanah yang pori-porinya halus akan lebih baik karena memiliki dasar yang dapat mencegah air laut serta kandungan mineralnya agar tidak banyak meresap ke dalam tanah. Selanjutnya, hamparan air laut dijemur oleh panas matahari sampai warna air berubah merah. Dalam skala luas, lebih murah menggunakan penguapan matahari untuk membuat garam tentu dibutuhkan cuaca yang panas, karena di musim hujan prosesnya akan sulit. Untuk skala kecil, bisa saja menggunakan tungku dan panci.
Setelah ituperlu adanya pengurasan air garam ketika air berubah menjadi merah. Warna merah berasal dari alga yang berubah warna akibat konsentrasi garam yang semakin tinggi. Selanjutnya yakni pengurasan air garam ke kolam kristalisasi atau tempat pengasinan. Di sinilah natrium klorida – garam – akhirnya mengkristal di dasar kolam.
Setelah garam mengkristal di bagian bawah reservoir, garam lalu dipanen/dikumpulkan dengan alat garuk. Garam kristal ini masih harus diproses agar bersih dan bisa dikemas kemudian dipasarkan.

0 comments :

Post a Comment