20:33
Unknown
Garam dapur adalah bumbu wajib dalam memasak makanan yang merupakan sejenis mineral yang dapat membuat rasa asin. Biasanya garam dapur yang tersedia secara umum adalah Natrium klorida (NaCl) yang dihasilkan oleh air laut.
Zaman Romawi kuno tela menggunakan istilah garam untuk alat pertama
pembayaran istilah “salary” atau “gaji” berasal dari bahasa Romawi
“salarium,” ketika itu para tentara dibayar sebagiannya dengan garam
salt.
Untuk membuat garam pertama mengumpulkan air laut di kolam,
tambak, danau atau penampung (reservoir) khusus lainnya. Ini agar air
yang sudah dikumpulkan tidak terganggu oleh pasang air laut.
Reservoir dapat berupa buatan manusia maupun ciptaan alam, seperti
kolam, tambak, waduk atau danau. Tapi tanah yang pori-porinya halus akan
lebih baik karena memiliki dasar yang dapat mencegah air laut serta
kandungan mineralnya agar tidak banyak meresap ke dalam tanah.
Selanjutnya, hamparan air laut dijemur oleh panas matahari sampai
warna air berubah merah. Dalam skala luas, lebih murah menggunakan
penguapan matahari untuk membuat garam tentu dibutuhkan cuaca yang
panas, karena di musim hujan prosesnya akan sulit. Untuk skala kecil,
bisa saja menggunakan tungku dan panci.
Setelah ituperlu adanya pengurasan air garam ketika air berubah menjadi
merah. Warna merah berasal dari alga yang berubah warna akibat
konsentrasi garam yang semakin tinggi. Selanjutnya yakni pengurasan air garam ke kolam kristalisasi atau tempat
pengasinan. Di sinilah natrium klorida – garam – akhirnya mengkristal di
dasar kolam.
Setelah garam mengkristal di bagian bawah reservoir, garam lalu
dipanen/dikumpulkan dengan alat garuk. Garam kristal ini masih harus
diproses agar bersih dan bisa dikemas kemudian dipasarkan.
0 comments :
Post a Comment