Cabai
Menurut wikipedia cabai atau lombok dalam bahasa jawa adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan.
Cabai memiliki kandungan yang mampu menunjang kesehatan bagi yang menkonsumsinya. Salah satu zat yang sangat baik dimiliki cabai adalah zat kapsaikin, kapsisidin, vitamin A dan vitamin C. Vitamin C ini juga kaya kandungan pada cabai, sama seperti yang terkandung pada jambu biji, jeruk, anggur dan lainnya.
Rasa pedas dari cabai berasal dari capsaicin (zat penyebab sensasi rasa terbakar saat bersentuhan dengan jaringan dalam tubuh). Capsaicin terdapat pada urat putih tempat biji cabai melekat. Zat ini mampu merangsang produksi hormon endorfin yang membangkitkan sensasi kenikmatan.
Buah cabai -khususnya yang berwarna hijau- sangat kaya akan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Capsaicin yang terkandung di dalamnya berfungsi melindungi Deoxyribonucleic acid (DNA) melawan karsinogen (penyebab kanker). Penelitian dari American Association for Cancer Research mengungkapkan bahwa zat capsaicin dapat membunuh sel kanker prostat. Penelitian di China dan Jepang juga mengungkap bahwa zat ini juga dapat menghambat pertumbuhan sel leukemia serta masih banyak penelitian lain yang mengaitkan peran capsaicin memerangi sel kanker.
Capsaicin juga berfungsi sebagai dekongestan (pelega hidung tersumbat) alami dan ekspektoran (pelancar lendir dari tenggorokan) sehingga jika menderita flu,mengonsumsi cabai dapat membantu meredakan gejala-gejala yang mengganggu seperti menurunkan panas dan meringankan sakit kepala.
Cabai memiliki kandungan yang mampu menunjang kesehatan bagi yang menkonsumsinya. Salah satu zat yang sangat baik dimiliki cabai adalah zat kapsaikin, kapsisidin, vitamin A dan vitamin C. Vitamin C ini juga kaya kandungan pada cabai, sama seperti yang terkandung pada jambu biji, jeruk, anggur dan lainnya.
Rasa pedas dari cabai berasal dari capsaicin (zat penyebab sensasi rasa terbakar saat bersentuhan dengan jaringan dalam tubuh). Capsaicin terdapat pada urat putih tempat biji cabai melekat. Zat ini mampu merangsang produksi hormon endorfin yang membangkitkan sensasi kenikmatan.
Buah cabai -khususnya yang berwarna hijau- sangat kaya akan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Capsaicin yang terkandung di dalamnya berfungsi melindungi Deoxyribonucleic acid (DNA) melawan karsinogen (penyebab kanker). Penelitian dari American Association for Cancer Research mengungkapkan bahwa zat capsaicin dapat membunuh sel kanker prostat. Penelitian di China dan Jepang juga mengungkap bahwa zat ini juga dapat menghambat pertumbuhan sel leukemia serta masih banyak penelitian lain yang mengaitkan peran capsaicin memerangi sel kanker.
Capsaicin juga berfungsi sebagai dekongestan (pelega hidung tersumbat) alami dan ekspektoran (pelancar lendir dari tenggorokan) sehingga jika menderita flu,mengonsumsi cabai dapat membantu meredakan gejala-gejala yang mengganggu seperti menurunkan panas dan meringankan sakit kepala.


0 comments :
Post a Comment